Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Mohon Maaf Bukannya Saya Tidak Ingin Berkunjung Ke Blog Sobat

Sebelumnya, Mohon Maaf yah buat sobat yang udah comment di blog ini tetapi aQ nggak pernah berkunjung balik, kurang lebih sebulan blog ini nggak pernah aQ kunjungi, begitu aQ buka eh ternyata ada 40 komentar yang menunggu untuk di moderasi.

Akhir-akhir ini aQ lagi sibuk jadi nggak sempat untuk melihat2 blog kesayanganku ini, dan ternyata Blog ini udah Pagerangk 2 sejak tanggal 23 januari 2011, ini tentunya berkat sobat juga yang sering2 berkunjung.

Oke, udah dulu yah, nanti aQ lanjut dengan posting yang berupa tips dan trik.

PT. PLN Cabang Bulukumba Tidak Konsisten

PT. PLN
Sudah beberapa hari ini saya merasa tidak nyaman dengan layanan PT. PLN Cabang Bulukumba, bagaimana tidak untuk malam ini saja, (29/10/2010) sudah terjadi pemadaman secara mendadak sebanyak 2 kali meskipun hanya sebentar, hal ini tentu merugikan Saya sebagai pengguna jasa PT. PLN Cabang Bulukumba, yang setiap hari menggunakan jasa layanan Listrik.

Saya, siang dan malam menggunakan jasa PT. PLN, jadi Saya tahu betul bagaimana kinerja PT. PLN Cabang Bulukumba untuk layanan listrik, tidak jarang antara pukul 01:00 dan 02:00 dini hari,  pihak PT. PLN Cabang Bulukumba melakukan pemadaman selama beberapa detik, entah apa yang terjadi dan membuat PT. PLN Cabang Bulukumba tidak konseisten dalam melayani Masyarakat, sebab tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnta, baik itu pengumuman  yang ada di Ranting atau di Sub Ranting  PT. PLN Cabang Bulukumba yang ada, khusunya di Kecamatan Bontobahari.

Dengan kejadian tersebut diatas, Saya merasa bahwa PT. PLN Cabang Bulukumba, telah melanggar Undang-undang tentang perlindungan Konsumen.

Jika kita sedikit cermat memahami isi dari Undang-undang tentang perlindungan Konsumen, tentang Hak-hak Konsumen, maka bisa di pastikan Bahwa PT. PLN Cabang Bulukumba, melanggar beberapa poin dari isi Undang-undang tentang perlindungan Konsumen.
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Hak-hak Konsumen adalah :
  1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
  2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
  3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
  4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;.
  5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
  6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
  7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
  8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
  9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Meskipun pemadamannya hanya beberapa detik, tetapi akan berdampak buruk terhadap peralatan elektronik, terutama Komputer yang tidak menggunakan UPS sebagai energi cadangan.

    Seberapa Populer Kab.Bulukumba Di Indonesia

    Di Indonesia saat ini ada 33 provinsi dari yang sebelumnya hanya 27 provinsi, untuk jumlah kabupatennya silahkan anda hitung sendiri karena saya tidak akan berbicara tentang kuantitas melainkan akan berbicara seberapa populer kab. Bulukumba di Indonesia?. smile

    Bedakan Antara Waktu Dan Kesempatan

    Tidak sedikit diantara kita yang sering salah dalam memberikan jawaban ketika misalnya memberikan janji, bisanya kata yang kerap digunakan adalah kalau ada waktu, contoh saja misalnya ada yang mengatakan Anda harus hadir besok pagi lalu dijawab, kalau ada waktu saya akan hadir, atau tidak jarang juga ada yang menjawab nantilah kita lihat, menurut saya jawaban tersebut tidak salah tetapi

    Kabupaten Bulukumba Sudah Layak Untuk Di Mekarkan

    Sejak era Reformasi bergulir pada tahun 2008 tentu banyak perubahan yang terjadi di Indonesia, di awali dengan Proses referendum di Timtim yang dulu menjadi Provinsi termuda di Indonesia, kemudian mayoritas masyarakat timor-timur memilih untuk memisahkan diri dari NKRI yang sekarang kita kenal dengan Negara Timor Leste. Untuk mencegah terjadinya disintegrasi Bangsa, maka pemerintah dibawah kendali Bj. Habibie sebagai kepala Negara, menunjuk Riyas Rasyid menjadi menteri otonomi daerah yang disingkat dengan OTODA.

    Dengan adanya Otonomi Daerah, maka diharapkan

    Jangan Pernah Menutupi Kejujuran

    Banyak hal yang telah kita lakukan, tetapi tidak sedikit juga yang hasil akhirnya mengecewakan, dari segi kuantitas sudah tidak meragukan lagi. Inilah hidup yang penuh dengan dinamika yang tak terduga, kita sebagai manusia terkadang tidak bisa menerima kenyataan yang ada, bahkan terkadang ketika kita memutuskan sesuatu, kita tidak pernah berfikir apakah probabilitasnya merugikan atau tidak, tetapi hidup adalah misteri, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi jika kita hanya menduga tetapi tidak pernah melakukan eksperimen, untuk menjawab dugaan yang ada, atau terkadang kita hanya membisu ketika melihat sesuatu yang sangat jauh dari yang seharusnya, padahal kita tau itu menyalahi aturan.

    Nepotisme Adalah Salah Satu Penyakit Kronis

    Bantuan Pemerintah yang biasanya digulirkan untuk pedesaan dalam rangka menanggulangi tingginya angka kemiskinan, sering kali tidak mencapai sasaran yang tepat, salah satu penyebabnya adalah masih kentalnya nepotisme terhadap petugas yang di berikan kewenangan untuk mendata penduduk yang di kategorikan miskin. Menurut Bank Dunia dan IMF, masyarakat yang masuk kategori miskin adalah masyarakat yang penghasilannya berkisar 1 dollar / hari. Pertanyaan kemudian muncul, apakah penduduk yang ada di Indonesia saat ini mayoritas berpenghasilan di atas 1 dollar / hari?. Jika jawabannya dibawah satu dollar / hari, maka sudah pasti

    Ciri Politisi Atau Pemimpin Yang Baik

    Negeri ini sangat kaya, salah satu kekayaan yang di miliki dan layak untuk mendapatkan apresiasi karena dari sekian banyak Negara yang kaya, Indonesia adalah salah satu Negara yang kaya dengan Politisi dan ini merupakan jalan pintas untuk menjadi kaya yang sesungguhnya.HFB (baca Kenali Ciri-Ciri Politisi Yang Buta Hati)

    Tidak mengherankan jika banyak orang yang tertarik untuk terjun kedunia politik

    Kenali Ciri-Ciri Politisi Yang Buta Hati

    Di Negara kita Indonesia sudah tidak bisa lagi hanya menggunakan jari tangan dan jari kaki untuk menghitung jumlah politisi yang hampir di setiap pemilihan umum ikut berkompetisi, tentu dengan tujuan ingin mencampai sukses di akhir kompetisi itu, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu halal atau tidak, entahlah apakah dalam dunia politik mengenal halal atau haram, jika jawabannya masih mengenal kata halal maka yakinlah bahwa kita masih bisa berharap dengan kinerja mereka, tetapi jika jawannya adalah sebaliknya, maka jangan pernah berharap banyak dengan kinerja mereka kelak.

    Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa hampir disetiap pemilihan, entah pemilihan umum atau pemilukada “Rupiah” selalu

    Berkacalah Pemimpinku Ke Negeri Sakura

    “Opini Dari Seorang yang Terbelakang Dari Segi Pemikiran”

    Berada dalam posisi tertinggi dalam sebuah Negara atau pemerintahan, tentu memiliki tingkat sentiment negative yang tidak kecil, entah itu datang dari golongan yang tidak suka dengan gaya kepemimpinan yang diterapkan atau bahkan datang dari golongan oposisi yang kerap kritis terhadap setiap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

    Argumentasi Seleksi CPNS, 25 Des 2009

    Bersyukur.....hanya ucapan itu yang pantas untuk kita ucapkan atas kehadirat ALLAH SWT dalam menghadapi segala sesuatu yang telah terjadi, berhasil atau gagal tetap harus kita syukuri sebagai bagian dari nikmat yang di berikan oleh Sang Pencipta kepada hambanya, karena segala sesuatu yang terjadi
    adalah atas kehendak–Nya.

    Lebih Cerdaskah Kita dengan Komputer?

    Lebih Cerdaskah Kita Kini?
    Dulu, ketika kecerdasan buatan (artificial intelligence) tengah menjadi topik diskusi yang hangat, banyak yang mempertanyakan, kalau computer sudah demikian pintarnya, apakah kita manusia tidak akan sampai diperbudak oleh computer?”

    Handphone, Sebuah Dilema?

    KECANGGIHAN teknologi komunikasi saat ini telah merambat ke segala lapisan masyarakat. Secara lebih khusus, kecanggihan alat komunikasi berupa telepon seluler, telepon genggam alias hand phone (HP). Pemakainya tidak hanya orang kaya, kalangan miskin pun sudah bisa memiliki dan menggunakannya. harganya relatif mahal, juga relatif murah, karena bisa di

    Ada apa dengan TANJUNG BIRA ?

    “Opini Dari Seorang yang Terbelakang Dari Segi Pemikiran”

    Ada apa dengan Tanjung Bira?, mungkin pertanyaan ini menjadi layak untuk dilontarkan terhadap pemerintah daerah Kab.Bulukumba, lebih khusus kepada Disbudpar Kab. Bulukumba selaku penanggung jawab yang mengurusi masalah Pariwisata.

    “Terbukalah Dalam Hal Seleksi CPNS”

    Ini adalah sebuah realita di Negeri ini, bahwa jangan pernah berharap terlalu banyak untuk bisa di angkat menjadi pegawai negeri sipil baik itu dari jalur honorer maupun jalur umum, seperti penerimaan melalui tes CPN, tanpa ada calo yang bermain didalamnya, secerdas apapun kita dalam mengikuti tes CPNS, itu bukan suatu jaminan bahwa peluang itu terbuka lebar untuk kita menangkan, sebab ada faktor lain yang ikut menentukan lulus atau tidak.

    Opini

    “Jangan Pernah Menuntut Indonesia Menjadi Seperti Negara Tatangga” Kecuali……….
    (ini adalah pandangan saya sebagai warga Negara Indonesia yang terbelakang dari segi pemikiran)

    Sebenarnya kita sebagai warga Negara Indonesia sangat wajar jika mengiginkan Negara kita seperti Malaysia atau Singapura, tetapi jangan lupa bahwa luas teritorial mereka dari segi geografis sudah pasti lebih menguntunggkan, belum lagi dari segi populasi jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit di bandingkan dengan Indonesia yang jumlah penduduknya mencapai angka kurang lebih dua ratus empat puluh juta jiwa.
    Detail: Opini

    Esensi Kemenagan

    Tujuh Dasar Menjadi Pemenang
    Menjadi pememang tidak mudah. Lebih jauh lagi kita perlu memahami tujuh fondasi untuk men jadi pemenang. Dasar pertama adalah you are what you belive. Tengoklah Nokia. Kesuksesan Nokia diawali kepercayaan bahwa telepon seluler lebih dari sekadar alat komunikasi biasa. Telepon seluler symbol gaya hidup. Atau sebaliknya, IBM mengajarkan pil pahit.
    Older Post ►
     

    Copyright 2011 Tips Facebook | Tips Blog | Tips Komputer is proudly powered by blogger.com