Kenali Ciri-Ciri Politisi Yang Buta Hati

Di Negara kita Indonesia sudah tidak bisa lagi hanya menggunakan jari tangan dan jari kaki untuk menghitung jumlah politisi yang hampir di setiap pemilihan umum ikut berkompetisi, tentu dengan tujuan ingin mencampai sukses di akhir kompetisi itu, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu halal atau tidak, entahlah apakah dalam dunia politik mengenal halal atau haram, jika jawabannya masih mengenal kata halal maka yakinlah bahwa kita masih bisa berharap dengan kinerja mereka, tetapi jika jawannya adalah sebaliknya, maka jangan pernah berharap banyak dengan kinerja mereka kelak.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa hampir disetiap pemilihan, entah pemilihan umum atau pemilukada “Rupiah” selalu
menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan bahkan cenderung menjadi ukuran keberhasilan, baik itu di gunakan untuk suap kepada calon pemilih atau digunakan untuk biaya operasional selama masa kampanye. Photobucket

Ketika sang politisi berhasil duduk dikursi yang telah lama ia dambakan baik dengan cara yang halal terlebih dengan cara yang tidak halal, cenderung lupa bahwa ia bisa duduk dikursi empuk tidak terlepas dari adanya dukungan dari bawah. Bahkan tidak sedikit dari para politisi kita yang terhormat lebih memikirkan bagaimana supaya setelah duduk dikuris empuk secepatnya menjadi KAYA, tidak lagi memikirkan bagaimana memenuhi janji-janji palsunya ketika berkampanye. Inilah salah satu ciri dari POLITISI YANG BUTA HATI. Berbeda dengan politisi yang ada di AMERIKA, kalau di INDONESIA jadi politisi dulu baru kaya tetapi di AMERIKA, kaya dulu baru jadi politisi. Photobucket

Ciri politisi yang BUTA HATI berikutnya adalah, politisi yang setelah duduk dikursi empuk tidak pernah lagi turun ke daerah pemilihannya, berbeda ketika masa kampanye sementara berlangsung, hilir mudik kesana kemari, berwara wiri tanpa punya rasa malalu, ini berbanding terbalik ketika mereka telah sukses memduduki kursi yang menjadi dambaan setiap politisi.Photobucket

Kita tidak akan pernah lagi melihat wajah mereka berwara wiri melambaikan tangan atau sekedar senyum kesetiap orang yang mereka temui di jalan, hal ini hanya bisa terulang ketika pemilihan berikutnya akan kembali di helat. APAKAH POLITISI YANG SEPERTI INI MASIH LAYAK UNTUK KITA PILIH KEMBALI?Photobucket jawabannya tentu kembali kepada diri kita masing-masing sebagai wajip pilih.

Ciri politisi yang buta hati berikutnya adalah, politisi yang tidak pernah mau menganggarkan pembangunan infrastruktur yang menjadi dambaan setiap warga masyarakat yang ia wakili, bahkan cenderung hanya menaikkan anggaran untuk perjalanan dinas mereka yang tidak punya korelasi dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat, bahkan hasil dari perjalanan dinas tersebut tidak pernah ada tindak lanjutnya seperti apa dan bagaimana. Photobucket

Berikutnya ciri politisi yang buta hati, adalah politisi yang tidak pernah mengucap kata terima kasih, baik secara langsung maupun tidak lansung atau mewakilkan kata terima kasih tersebut melalui media massa kepada masyarakat baik yang memilih dia maupun yang tidak. Photobucket

Demikianlah CIRI-CIRI POLITISI YANG BUTA HATI, jika ada yang kurang silahkan ditambahkan melalui kotak komentar.

“SEMOGA PEMILUKADA DI KABUPATEN BULUKUMBA SULAWESI SELATAN PADA TANGGAL 23 JUNI 2010 BERJALAN SUKSES DAN TIDAK ADA KECURANGAN”

“Opini Dari Seorang Yang Terbelakang Dari Segi Pemikiran”
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Tips Facebook | Tips Blog | Tips Komputer is proudly powered by blogger.com